Minggu, 30 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Daerah
Daerah

Bukan Ekor Kalimantan, Ajie Kurniawan Sebut Desa Temajuk Adalah Muka Indonesia

✍️ Admin 🕒 30 Aug 2026 👁️ 0x dibaca
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM Ajie Kurniawan melaksanakan Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (29/08/26)
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM Ajie Kurniawan melaksanakan Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (29/08/26) Foto: Humas Kementerian UMKM

VISIONESIA.COM - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah sekaligus Tenaga Ahli Kementerian UMKM Ajie Kurniawan melaksanakan Ekspedisi Batas Negeri di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. (29/08/26).

Kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda sosial dan kebangsaan, mulai dari cek kesehatan gratis, khitanan massal, pembagian sembako, hingga pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 181 meter.

Pembentangan bendera sepanjang 181 meter tersebut menjadi simbol semangat kemerdekaan sekaligus bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat merah putih harus hadir hingga ke wilayah terdepan Indonesia.

“Kalau biasanya Temajuk disebut sebagai ekornya Kalimantan, saya justru menyebut Temajuk sebagai muka Indonesia. Karena dari sinilah wajah Indonesia terlihat di hadapan negara tetangga. Ini adalah bagian dari Indonesia yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan,” ujar Ajie

Selain kegiatan sosial, Ekspedisi Batas Negeri juga menjadi momentum untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sosialisasi legalitas UMKM. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu fondasi agar UMKM dapat berkembang, memperoleh akses pembiayaan, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing.

“UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh merasa jauh dari perhatian pemerintah. Justru UMKM di daerah seperti Temajuk memiliki potensi besar karena berada di wilayah wisata, strategis dan berbatasan langsung dengan negara lain. Legalitas usaha menjadi langkah awal agar potensi tersebut bisa berkembang lebih besar,” tambahnya.

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Rangkaian Ekspedisi Batas Negeri sebelumnya juga diawali dengan kegiatan simbolis pelepasan anak penyu atau tukik di kawasan Tanjung Api, Desa Temajuk, Kalimantan Barat.

Pelepasan tukik menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem laut. Keberadaan penyu merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir dan laut yang harus dijaga bersama.

“Pelepasan tukik ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah pesan bahwa menjaga Indonesia bukan hanya menjaga batas wilayahnya, tetapi juga menjaga laut, pantai, hutan, dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Kalau alam kita jaga, maka generasi berikutnya akan mendapatkan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya Ajie

Melalui Ekspedisi Batas Negeri, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kepedulian sosial, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan.

Temajuk menjadi gambaran bahwa semangat Indonesia hadir hingga ke wilayah perbatasan. Di tempat yang secara geografis berada di ujung negeri, Merah Putih tetap berkibar dengan penuh kebanggaan.

“Dari Temajuk kita ingin menyampaikan pesan sederhana: Indonesia tidak pernah berada di ujung. Indonesia justru berdiri tegak di garis terdepan.”(sht)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update