Jumat, 06 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Olahraga
Olahraga

Diplomasi Olahraga NOC Indonesia Manjur, Bali Diproyeksikan Jadi Tuan Rumah WTT Youth 2027

✍️ Admin 🕒 06 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari perkuat diplomasi olahraga Indonesia bersama ITTF, buka jalan bagi Bali menjadi tuan rumah dua turnamen internasional WTT Youth 2027.
Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari perkuat diplomasi olahraga Indonesia bersama ITTF, buka jalan bagi Bali menjadi tuan rumah dua turnamen internasional WTT Youth 2027. Foto: NOC Indonesia/Moch Rifqi Priadiansyah

VISIONESIA.COM - Diplomasi olahraga Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mulai membuka peluang lebih besar bagi tenis meja nasional. Tak sekadar memperkuat hubungan dengan federasi internasional, Indonesia kini bersiap menghadirkan dua turnamen World Table Tennis (WTT) Youth sekaligus di Bali pada November 2027.

Rencana tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, dengan Presiden International Table Tennis Federation (ITTF), Petra Sörling, di sela-sela penyelenggaraan Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026.

Pertemuan itu juga menjadi momentum penting setelah persoalan tata kelola tenis meja Indonesia yang berlangsung lebih dari 15 tahun akhirnya menemui penyelesaian. Petra secara khusus mengapresiasi kontribusi NOC Indonesia dalam membantu mengakhiri persoalan tersebut dan membuka jalan bagi perkembangan tenis meja nasional.

Selain membahas penguatan organisasi, kedua pihak menjajaki peluang kerja sama untuk memperluas penyelenggaraan kompetisi internasional di Indonesia. Dua agenda yang diproyeksikan berlangsung di Bali adalah WTT Youth Contender pada 15-18 November 2027 dan WTT Youth Star pada 19–21 November 2027.

Kedua turnamen tersebut akan mempertandingkan kelompok usia U-11, U-13, U-15, U-17, dan U-19, meliputi nomor tunggal, ganda, serta ganda campuran.

Peluang menjadi tuan rumah ini bermula dari inisiatif Indonesia Pingpong League (IPL) yang mengajukan diri kepada ITTF pada 2025. Setelah memenuhi prosedur dan persyaratan, termasuk kewajiban lisensi penyelenggaraan, Indonesia akhirnya memperoleh kesempatan masuk dalam kalender kompetisi World Table Tennis.

Lebih dari sekadar menjadi tuan rumah, kehadiran turnamen ini membuka kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk mengumpulkan pengalaman internasional. Hasil pertandingan juga akan tercatat dalam basis data pemeringkatan dunia sehingga dapat menjadi modal penting bagi atlet untuk meniti jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyambut positif pertemuan langsung dengan Petra Sörling. Ia menilai hubungan yang kuat dengan federasi internasional menjadi salah satu kunci memperluas peluang dan meningkatkan daya saing atlet Indonesia.

“Presiden Petra, saya sangat senang akhirnya kita bisa bertemu secara langsung. Sudah lama sekali kita menantikan pertemuan ini. Namun, setidaknya sekarang kita telah mengambil satu langkah lebih maju,” ujar Okto -sapaan Raja Sapta Oktohari- dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Okto menegaskan, Indonesia memiliki ambisi lebih besar untuk membawa kompetisi WTT ke Tanah Air. Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah dapat mempercepat perkembangan tenis meja, baik dari sisi prestasi maupun ekosistem olahraga.

“Seperti yang saya sampaikan, ketika saya meminta dukungan Anda, salah satu ambisi kami adalah membawa dan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang World Table Tennis di Indonesia. Kami juga berharap dapat membawa olahraga tenis meja ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Respons positif juga disampaikan Petra Sörling. Presiden ITTF tersebut memastikan dukungan organisasinya terhadap pengembangan tenis meja Indonesia, termasuk melalui kompetisi internasional dan perluasan kerja sama.

“Saya sangat senang dengan kerja sama yang telah terjalin dan berharap dapat melihat semakin banyak perkembangan serta kegiatan tenis meja di Indonesia. Kami memberikan dukungan penuh karena kami juga ingin melihat olahraga tenis meja semakin berkembang di Indonesia,” tutur Petra.

Petra turut mengapresiasi perkembangan ekosistem tenis meja Indonesia di bawah kepemimpinan Petrus Reinhard Golose. Ia menilai kemajuan organisasi, kompetisi, dan terbukanya ruang partisipasi menjadi fondasi penting bagi masa depan olahraga tersebut.

“Saya yakin akan ada lebih banyak perkembangan tenis meja di Indonesia ke depannya, dan kami sangat menantikan hal tersebut,” tambahnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update