Selasa, 08 Sep 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Erupsi Anak Krakatau, KCIC Pastikan Operasional Kereta Cepat Whoosh Tetap Aman dan Normal

✍️ Admin 🕒 07 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Kereta Cepat Whoosh melaju dengan kecepatan tinggi di lintasan, mencerminkan kemajuan transportasi modern Indonesia yang makin cepat, efisien, dan terkoneksi.
Kereta Cepat Whoosh melaju dengan kecepatan tinggi di lintasan, mencerminkan kemajuan transportasi modern Indonesia yang makin cepat, efisien, dan terkoneksi. Foto: Dokumen KCIC

VISIONESIA.COM - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh pada Senin (7/9/2026) tetap berlangsung aman dan normal di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan hasil pemantauan KCIC, sebaran abu vulkanik hingga saat ini belum menimbulkan kendala terhadap operasional Whoosh di koridor Jakarta-Bandung. Perusahaan terus melakukan pemantauan secara berlapis untuk memastikan keselamatan perjalanan dan penumpang tetap terjaga.

Sebelum perjalanan penumpang dimulai, KCIC menjalankan KA Konfirmasi dari kedua arah untuk memantau kondisi jalur secara visual. Pemantauan juga dilakukan melalui Operation Control Center (OCC) atau Pusat Kendali Operasi.

Hasil pemantauan menunjukkan seluruh prasarana Whoosh, mulai dari Overhead Catenary System (OCS) atau sistem jaringan listrik aliran atas, pasokan daya, persinyalan, rel hingga wesel, masih berfungsi normal.

Sistem keselamatan Whoosh juga dilengkapi mekanisme pemantauan terhadap berbagai parameter operasional. Apabila sistem mendeteksi kondisi yang tidak normal, notifikasi akan muncul di OCC dan sistem dapat secara otomatis menurunkan kecepatan perjalanan sebagai langkah pengamanan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi operasional serta perkembangan sebaran abu vulkanik.

“Berbagai pemantauan dilakukan secara berlapis dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana,” kata Eva.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh masih berfungsi normal dan belum ditemukan kondisi yang mengganggu perjalanan.

“Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujarnya.

Dari sisi operasional perjalanan, laporan masinis juga menunjukkan jarak pandang di sepanjang jalur Whoosh masih berada dalam kondisi normal. Rangkaian Whoosh dilengkapi wiper dengan semprotan air yang dapat digunakan untuk membersihkan debu maupun abu pada kaca depan sehingga visibilitas masinis tetap terjaga.

Apabila terjadi perubahan kondisi yang menyebabkan jarak pandang menurun, masinis akan menyesuaikan kecepatan perjalanan sesuai kondisi di lapangan dan prosedur operasional yang berlaku.

Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Whoosh sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta hingga kawasan Bandung. Jalur tersebut terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.

Pemantauan secara khusus difokuskan pada karakteristik seluruh jalur, terutama bagian terbuka yang memiliki potensi lebih besar terpapar sebaran abu vulkanik.

Selain jalur, KCIC turut memantau kondisi sarana, termasuk filter udara rangkaian dan CCTV pemantau pantograf. Sementara dari sisi prasarana, pemantauan mencakup komponen isolasi, sistem jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, serta mekanisme wesel.

Hingga saat ini, seluruh perangkat tersebut masih berfungsi normal dan belum menunjukkan dampak akibat sebaran abu vulkanik.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, KCIC juga menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment dengan mengacu pada informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hasil asesmen tersebut menjadi dasar bagi KCIC dalam menentukan langkah mitigasi tambahan apabila terjadi peningkatan intensitas abu vulkanik yang berpotensi memengaruhi operasional Whoosh.

Di sisi lain, KCIC mengimbau penumpang untuk tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas di area stasiun, khususnya di ruang terbuka.

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan,” ujar Eva.

Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas serta memantau perkembangan informasi melalui Contact Center dan media sosial resmi Whoosh.

Dengan pemantauan berlapis dan asesmen risiko yang terus dilakukan, KCIC memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pengoperasian Whoosh di tengah perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update