Kamis, 05 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Soal Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Usut dan Siapkan Sanksi

✍️ Admin 🕒 04 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto bersama Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad. saat Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Bundaran HI.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto bersama Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad. saat Deklarasi Sumpah Pemuda 2026 di Bundaran HI. Foto: Dok. Humas Polri

VISIONESIA.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengklaim tidak tahu menahu keberadaan sejumlah mahasiswa gadungan dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).

“Kepolisian, penyelenggara pastinya tidak ingin, tidak mengetahui bahwa ada mahasiswa sewaan tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (4/11/2026).

Pihaknya akan mendalami sejumlah orang yang mengaku mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut, serta akan menyiapkan sanksi terhadap pihak yang membawa mereka.

“Makanya ini audit, investigasi didalami, kenapa mahasiswa bayaran tadi dalam tanda kutip bisa berada di situ menggunakan jas almamater,” ucap Budi Hermanto.

“Dan siapa yang bertanggung jawab terhadap itu pasti akan ada sanksinya,” tambahnya.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa kegiatan bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia tersebut dihadiri oleh unsur TNI-Polri, organisasi kepemudaan, komunitas, berbagai elemen masyarakat, serta sebagian peserta yang diklaim sebagai mahasiswa

“Saya kasih buktinya, ada penyanyi yang dari Ambon, ada FBR. Namanya Sumpah Pemuda kan tidak harus mahasiswa. Seluruh pemuda boleh melaksanakan,” imbuh Budi Hermanto.

Di media sosial, sejumlah warganet menyoroti dan mempertanyakan keabsahan identitas serta penampilan sebagian massa yang hadir dalam acara bentukan polisi tersebut, misalnya mempertanyakan apakah mereka benar mahasiswa atau bukan.

Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang pria bernama Bayu Setiadi atau Dino yang merupakan peserta acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang kebingungan dan kesulitan saat ditanya wartawan mengenai asal kampusnya.

Dalam video klarifikasinya, Bayu mengakui bahwa ia mengikuti acara tersebut berdasarkan undangan dari komunitas dan dibayar. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak Universitas Dian Nusantara serta masyarakat karena tidak teliti saat menerima pekerjaan tersebut. Acara itu turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update