Dukung Pelestarian Budaya, ShopeePay dan SPayLater Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Batik 2026
VISIONESIA.COM - Upaya melestarikan warisan budaya Indonesia dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya dengan memberikan ruang bagi kreativitas generasi muda dalam mengembangkan motif batik. Hal ini diwujudkan ShopeePay dan SPayLater melalui Kompetisi Desain Batik 2026 bertajuk Corak Cerita Nusantara yang mengumumkan tiga pemenangnya di Jakarta, Selasa (4/11/2026).
Kompetisi ini menjadi wadah bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas melalui desain batik orisinal yang terinspirasi dari kekayaan budaya dan tradisi tanah air.
Acara penghargaan tersebut turut mempertemukan para finalis kompetisi dan praktisi batik untuk mengapresiasi karya-karya terpilih sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pelestarian seni dan keterampilan batik Indonesia.
Diluncurkan pada Agustus 2026, kompetisi ini mengajak peserta untuk menafsirkan kembali motif batik tradisional melalui perspektif kreatif masing-masing. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya ShopeePay dan SPayLater dalam mendukung kreativitas lokal, termasuk perajin dan pelaku UMKM yang berperan menjaga keberlangsungan tradisi budaya Indonesia.
Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, mengatakan bahwa setiap motif batik memiliki cerita yang dapat disampaikan melalui beragam pendekatan kreatif.
“Setiap motif batik menyimpan cerita, dan kami ingin melihat bagaimana para peserta menyampaikan cerita tersebut dengan cara mereka sendiri. Kolaborasi dengan perajin batik lokal untuk mewujudkan desain pemenang menjadikan inisiatif ini semakin bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, ShopeePay dan SPayLater ingin menghubungkan identitas perusahaan dengan warisan budaya Indonesia sekaligus memberikan dukungan kepada UMKM dan perajin yang terus menjaga tradisi batik.
Dalam kompetisi tersebut, tiga desain terpilih sebagai pemenang melalui proses penilaian oleh karyawan ShopeePay dan SPayLater. Penilaian didasarkan pada sejumlah aspek, mulai dari orisinalitas, narasi budaya, daya tarik visual, hingga fleksibilitas desain untuk diterapkan pada berbagai media.
Juara pertama diraih Nuraini Farida dari Jawa Timur melalui karya berjudul Batik Kalantara. Desain ini berhasil memperoleh hadiah sebesar Rp30 juta.
Batik Kalantara terinspirasi dari sejarah tradisi perdagangan Indonesia. Motif-motif yang ditampilkan merepresentasikan perdagangan, kemakmuran, dan pertumbuhan, sekaligus menggambarkan perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat dari pasar tradisional hingga perkembangan ekonomi digital saat ini.
Nuraini Farida mengungkapkan bahwa melalui desain tersebut dirinya ingin menggambarkan perdagangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Melalui Batik Kalantara, saya ingin menunjukkan bahwa perdagangan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari pasar tradisional hingga transaksi modern. Saya bersyukur desain saya terpilih dan antusias melihatnya diwujudkan sebagai bagian dari apresiasi ShopeePay dan SPayLater terhadap budaya dan kreativitas Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, juara kedua diraih Aisa Amaliya dari Malang, Jawa Timur, melalui desain Kinarya Nuswantara. Karya tersebut memperoleh hadiah sebesar Rp7 juta.
Desain Kinarya Nuswantara terinspirasi dari identitas budaya Malang dengan memadukan ornamen tradisional dan estetika batik kontemporer. Motif yang dihadirkan mencerminkan kreativitas, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam membentuk dan menjaga warisan budaya Indonesia.
Adapun juara ketiga diraih Anggitara Wibowo dari Tangerang, Banten, melalui desain Nadi Nusantara dengan hadiah sebesar Rp5 juta.
Karya tersebut mengangkat gagasan tentang denyut budaya yang menyatukan keberagaman Indonesia. Melalui perpaduan garis-garis mengalir, elemen tumbuhan, dan pola geometris, desain ini menggambarkan keterhubungan antarmasyarakat, warisan budaya, serta semangat kemajuan di seluruh Nusantara.
Tidak berhenti pada pemberian penghargaan, ShopeePay dan SPayLater juga berencana berkolaborasi dengan UMKM serta perajin batik lokal untuk menyempurnakan dan memproduksi desain juara pertama.
Desain Batik Kalantara nantinya akan digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan, termasuk sebagai pakaian perusahaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempertemukan ide kreatif desainer dengan keterampilan para perajin lokal sehingga menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk menunjukkan keahliannya.
Melalui kompetisi Corak Cerita Nusantara, ShopeePay dan SPayLater berharap dapat menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia serta mendukung komunitas kreatif dan UMKM lokal yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi batik.
Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa batik tidak hanya menjadi bagian dari sejarah dan identitas bangsa, tetapi juga dapat terus berkembang melalui sentuhan kreativitas agar tetap relevan bagi generasi mendatang.(dar)
