Sabtu, 22 Agt 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Daerah
Daerah

Jumlah Pengungsi Gempa NTT Melonjak Hingga 110.785 Orang, BNPB Perluas Distribusi Logistik

✍️ Admin 🕒 22 Aug 2026 👁️ 2x dibaca
Personel BPBD Kabupaten Ende bersama Babinsa dan Kepala Desa Jegharangga, meninjau salah satu rumah yang mengalami kerusakan di bagian dinding rumah akibat gempa M 7,7 di Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8).
Personel BPBD Kabupaten Ende bersama Babinsa dan Kepala Desa Jegharangga, meninjau salah satu rumah yang mengalami kerusakan di bagian dinding rumah akibat gempa M 7,7 di Desa Jegharangga, Kecamatan Nagapanda, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/8). Foto: Dok BNPB

VISIONESIA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur melonjak hingga 110 ribu orang per Jumat (21/8/2026) sore.

“Hari ini (21 Agustus) bertambah lagi, yang semula kami sampaikan 92.735 jiwa per kemarin, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 jiwa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Di samping itu, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur lintas sektor hadir di Desa Jegharangga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan membawa bantuan logistik berupa beras, sembako, biskuit, selimut hingga tenda keluarga.

Bantuan tersebut didistribusikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Basarnas, TNI dan relawan. Kehadiran berbagai unsur di lapangan tidak hanya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri warga setelah mengalami bencana.

Pendampingan juga dilakukan melalui edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan yang diberikan BPBD bersama TNI dan Basarnas. Warga mendapatkan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika kembali merasakan guncangan, termasuk bagaimana menyelamatkan diri dan memilih tempat yang lebih aman.

“Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi gempa susulan dengan lebih tenang dan tidak berkembang menjadi kepanikan,” jelas Berton.

Di sejumlah titik, BPBD turut mendirikan tenda prioritas bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak. Fasilitas tersebut menjadi ruang perlindungan sementara agar kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dapat beristirahat dengan lebih nyaman selama masa penanganan darurat.

“Dukungan serupa terus diperluas ke berbagai wilayah Kabupaten Ende,” imbuh Berton.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update