Jumat, 06 Nov 2026 NasionalInternasionalEkonomi & BisnisMegapolitanGaya Hidup
Beranda › Nasional
Nasional

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Lokal Go Public Lewat Papan Akselerasi BEI

✍️ Admin 🕒 06 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyampaikan sambutan dalam acara Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyampaikan sambutan dalam acara Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026). Foto: Dok. Kementerian UMKM

VISIONESIA.COM - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengusaha waralaba dalam negeri untuk terus memperluas bisnis dan meningkatkan daya saing. Pengembangan sektor waralaba dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ekosistem UMKM sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyampaikan, waralaba lokal perlu memperkuat fondasi bisnis agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas usaha, pengusaha waralaba juga didorong memperluas akses terhadap sumber pendanaan serta memanfaatkan peluang pasar global untuk membawa produk dan merek nasional bersaing di tingkat internasional.

“Franchise bukan sekadar model kemitraan untuk memperluas jaringan usaha, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita ingin semakin banyak merek lokal yang memiliki fundamental bisnis kuat, sistem operasional terstandar, dan tata kelola profesional sehingga mampu berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar dan berdaya saing,” kata Bagus dalam acara Indonesia Franchise & Business Concept (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (6/11/2026).

Bagus menambahkan, salah satu peluang peningkatan skala usaha yang menjadi perhatian adalah akses pembiayaan melalui pasar modal.

“Pengusaha franchise yang memiliki fundamental bisnis kuat dan memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh pendanaan melalui Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai salah satu tahapan menuju perusahaan terbuka atau Initial Public Offering (IPO),” jelasnya.

Bagus menjelaskan, sekitar 43 usaha kecil dan menengah telah memanfaatkan Papan Akselerasi dengan total penghimpunan dana mencapai Rp2 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pasar modal dapat menjadi alternatif sumber pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan skala kecil dan menengah.

Selain pasar modal, pemerintah juga mengoptimalkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bagus mengajak para pemilik waralaba (franchisor) dan calon mitra waralaba untuk memanfaatkan pembiayaan KUR dalam memulai maupun meningkatkan skala usaha.

“Kami ingin membuka semakin banyak alternatif pembiayaan bagi UMKM dan franchise. Tidak hanya melalui pembiayaan perbankan seperti KUR, tetapi juga melalui pasar modal. UMKM yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan bisnis perlu didorong untuk memanfaatkan Papan Akselerasi sebagai salah satu jalan menuju perusahaan terbuka,” tutur Bagus.

Bagus menekankan, peningkatan skala usaha harus diiringi dengan fundamental bisnis yang kuat. Standardisasi prosedur operasional (Standard Operating Procedure/SOP), konsistensi kualitas produk dan layanan, tata kelola profesional, serta perlindungan merek menjadi elemen penting dalam membangun bisnis waralaba berkelanjutan.

Legalitas usaha, termasuk pemenuhan ketentuan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW), juga perlu mendapat perhatian agar hubungan antara pemilik dan mitra waralaba berjalan profesional serta memberikan kepastian hukum.

Kementerian UMKM juga menyiapkan pengembangan program Holding UMKM berbasis klaster untuk meningkatkan keterhubungan antarpengusaha sekaligus membangun ekosistem bisnis yang terintegrasi.

Bagus turut menegaskan pentingnya meningkatkan daya saing merek waralaba lokal di pasar internasional. Pasar domestik yang kuat harus menjadi fondasi ekspansi global. Merek lokal perlu mempersiapkan kualitas produk, sistem bisnis, kapasitas manajemen, serta standar operasional agar mampu memenuhi kebutuhan dan menghadapi persaingan di pasar internasional.

“Kita harus membangun merek lokal yang kuat di negeri sendiri, tetapi jangan berhenti hanya di pasar domestik. Merek-merek franchise Indonesia harus berani tumbuh melampaui batas, memperluas pasar, dan membuktikan bahwa produk serta model bisnis lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Inilah semangat Grow Beyond Boundaries,” tambahnya.(dar)

A
AdminEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update